Kutukan di Desa Bakung (2014)

After so many years dissapeared, Joker finally came home to his hometown,Bakung Village, on Christmas Eve. But the villagers who did not like him drove him away. Filled with anger and hatred, Joker cursed the village. Now the villagers had to live in Joker’s curse every Christmas. Peace offering had to be sacrificed every year to ease the curse. realizing their mistake, the villagers decided to reconciliate with Joker.

‘Kutukan Di Desa Bakung’ is a musical about anger, hatred, injustice, loss, repentance, and reconciliation. This story shows that love is worth fighting for. There is nothing more content than living together in peace and love.



Setelah beberapa tahun menghilang, Joker akhirnya kembali tepat pada malam Natal ke Desa Bakung yang adalah kampung halamannya. Namun warga desa yang tidak menyukainya malah mengusirnya. Dipenuhi kebencian dan dendam, Joker mengutuk Desa Bakung. Kini warga Desa Bakung harus hidup di dalam kutukan Joker setiap Natal. Korban pendamaian juga harus diserahkan setiap tahun untuk meringankan kutukan tersebut. Menyadari kesalahan mereka, warga desa memutuskan untuk memperbaiki hubungan dengan Joker.

Kutukan Di Desa Bakung adalah sebuah musikal Natal tentang kebencian, dendam, ketidakadilan, kehilangan, pertobatan, dan rekonsiliasi. Kisah ini membuktikan bahwa kasih memang layak diperjuangkan. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada hidup bersama dalam damai dan kasih.


KUTUKAN DI DESA BAKUNG (ON-SET FUN)


KUTUKAN DI DESA BAKUNG (PHOTO ALBUM)

Advertisements